Selasa, 18 Januari 2011

* Akibat dari sistem zodiak baru, banyak orang berganti bintangnya

Bintang Anda Taurus, Libra atau Cancer? Anda pasti bisa menyebutkan zodiak Anda dengan yakin. Tapi siapa yang tahu kalau rasi bintang zodiak sudah berubah jauh? Informasi perubahan rasi bintang ini beredar dari milis ke milis. Isinya cukup meyakinkan karena menyebut lembaga berkompeten, Astronomi ITB. Karena isinya cukup menarik, maka seringkali si penerima pesan akan mem-foward-nya ke para kenalannya. Alhasil, informasi itu menyebar bak bola liar. Informasi perubahan zodiak yang tersebar di dunia maya itu berbunyi: "Ternyata memang dari dulu sudah berubah....kayaknya dari kita lahir pun sudah berubah...karena ini baru disesuaikan tahun 2000, sebelumnya tahun 1950. Sooooo...siapa aja yg berubah zodiaknya? Perubahan itu tidak mendadak, dikit-dikit....perubahan akibat berubahnya rotasi bumi dan gerak bumi keliling mataharipun berubah sedikit. Biasanya memang tiap 50 tahun sekali kalender astronomi di koreksi, yg selama ini kita tahu itu jaman Yunani dulu.....jadi sudah lama buaaaanget.." Demikian isi dari informasi yang beredar di milis. Jika diperhatikan baik-baik, zodiak di atas ada 13. Yang terbaru adalah Ophiuchus. Wah apalagi ya ini? Tidak Mau Pindah Meski banyak yang tidak percaya para ramalan bintang, namun isu zodiak ganti tanggal tetap menarik hati. Banyak penerima e-mail tentang hal itu yang kemudian mencocokkan tanggal lahirnya dengan zodiak edisi revisi. "Saya Leo, kok sekarang jadi Cancer? Saya nggak mau, enak saja ganti-ganti," komentar Ani, warga Condet, Jakarta Timur. Anwar, warga Kramatjati juga emoh. "Bintang saya Capricornus, masak jadi Sagitarius, nggak mau saya," ujarnya. "Wew...klo di perbatasan..masuknya yg mana ya? Aku antara sagitarius n ophiuchus....apa ya ophiuchus?" begitu komentar yang muncul di forum situs STT Telkom.
Profesor Parke Kunkle yang ahli di bidang astronomi meluncurkan konstelasi zodiak yang dianggapnya sudah up to date. Astronom ini menambah Ophiuchus, yang membuat total zodiak berjumlah 13 bintang.

Pembagian zodiak yang lama (versi Babylonia kuno):

-Aquarius     : 20 Januari-18 Februari
-Pisces         : 19 Februari-20 Maret
-Aries           : 21 Maret-19 April
-Taurus         : 20 April-20 Mei
-Gemini         : 21 Mei-20 Juni
-Cancer        : 21 Juni-22 Juli
-Leo             : 23 Juli-22 Agustus
-Virgo           : 23 Agustus-22 September
-Libra           : 23 September-22 Oktober
-Scorpio       : 23 Oktober-21 November
-Sagitarius     : 22 November-21 Desember
-Capricorn    : 22 Desember-19 Januari


Pembagian zodiak yang baru setelah sumbu bumi bergeser:

-Aquarius     : 17 Februari-11 Maret
-Pisces         : 12 Maret-18 April
-Aries          : 19 April-13 Mei
-Taurus        : 14 Mei-21 Juni
-Gemini        : 22 Juni-20 Juli
-Cancer       : 21 Juli-10 Agustus
-Leo            : 11 Agustus-16 September
-Virgo          : 17 September-30 Oktober
-Libra          : 31 Oktober-23 November
-Scorpio      : 24 November-29 November
-Ophiuchus  : 30 November-17 Desember
-Sagitarius   : 18 Desember-20 Januari
-Capricorn   : 21 Januari-16 Februari

Jadi, apakah bintang Anda tetap atau berubah?

* Jatinangor Digoyang Isu SARA !! Rektor IPDN Bantah Menghina Orang Sunda

JATINANGOR,(BED)-
Sejumlah tokoh Jatinangor meminta Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), I Nyoman Sumaryadi bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya. Sumaryadi dinilai menyinggung masyarakat Sunda dengan pernyataannya pada apel pagi di kampus IPDN Jatinangor, Kamis (13/1).

Hal ini terungkap dalam pertemuan sejumlah tokoh Jatinangor di Sanggar Motekar, Desa Sayang, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Jumat (14/1). Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Forum Jatinangor, Dudi Supardi, mantan anggota DRPD Kab. Sumedang Ismet Suparmat, Ketua Paguyuban Sumedang Larang Muhammad Ahmad, Ketua Puser Budaya Sunda Arisandi, dan seniman Sunda Supriatna. Selain itu tampak juga Camat Jatinangor Nandang Suparman dan Kapolres Sumedang AKBP Nurulloh.

Menurut Supriatna, jika benar pernyataan tersebut disampaikan rektor, sebagai urang Sunda dirinya merasa tersinggung. Untuk itu, pihaknya menuntut Sumaryadi mundur dari jabatannya. "Tentu kita sangat menyayangkan kalau statement itu benar muncul dari mulut seorang pemimpin. Jika demikian, kami meminta beliau minta maaf dan mundur dari jabatannya," tegas Supriatna.

Meski demikian, pihaknya akan menelusuri terlebih dulu penyebar SMS berisi pernyataan Sumaryadi itu dan meminta informasi dari pihak yang netral. "Harus ada pembelajaran bagi yang telah menyebar SARA, apalagi yang menyinggung warga Sunda. Kalau dibiarkan harga diri kita sebagai masyarakat Sunda rasanya diinjak-injak," ujarnya.

Hal senada terlontar dari Dudi Supardi. Ia berpendapat, jika rektor telah melakukan kesalahan dengan ucapannya maka ia harus meminta maaf dan mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. "Jelas kita kecewa kalau pernyataan itu benar. Beliau semestinya menghargai masyarakat Jatinanggor yang mayoritas urang Sunda. Bagaimanapun beliau hidup di Tatar Parahyangan," ucap Dudi.

Sementara Kapolres Sumedang, AKBP Nurulloh menyatakan, protes yang disampaikan sejumlah tokoh itu hal yang wajar. Namun tetap harus disampaikan dalam suasana kondusif dan mematuhi asas praduga tak bersalah. "Kami dari kepolisian hanya mengimbau agar protes disampaikan dengan mekanisme yang benar. Hindari perilaku anarkis dan jaga selalu ketertiban," harapnya.

Sementara Camat Jatinangor, Nandang Suparman meminta warga untuk tidak terprovokasi SMS tersebut. "Saya minta warga lebih cerdas untuk tidak terpancing hal-hal yang belum pasti kebenarannya. Saya sudah konfirmasi ke IPDN dan tidak ada sama sekali pernyataan berbau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) tersebut," ujar Nandang.

Suasana memanas saat beredar pesan singkat di antara sejumlah orang yang isinya menyebutkan, pada apel pagi Rektor IPDN mengeluarkan pernyataan yang menyinggung perasaan orang Sunda. Pernyataan SARA itu tidak pantas dikatakan seorang pimpinan pencetak kader pamong praja yang notabene berasal dari seluruh penjuru Nusantara. Bisa jadi atas penebangan pohon yang dilakukan warga sekitar kampus dan banyaknya kabel yang hilang serta saluran air yang rusak, rektor disebut menyatakan, apakah semua orang Sunda maling.

Membantah

Saat dikonfirmasi, rektor membantah mengeluarkan pernyataan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah mengucapkan hal yang menyinggung perasaan orang Sunda. "Saya tegaskan, statement saya pada apel pagi itu adalah, 'Saudara-saudara pamdal (pengamanan dalam) mayoritas adalah saudara kita dan tahu semua bahwa orang Sunda budayanya halus, sopan, dan eweuh pakewuh, sehingga ada orang masuk kampus mengambil barang-barang atau maling inventaris negara, bekas rehab asrama IPDN, tidak berani menegur. Jangan sampai pamdal kita melindungi maling, artinya ikut jadi maling, maka bekerja lebih baik dan pertahankan nama baik orang Sunda'," terangnya.

"Pernyataan itu disaksikan peserta apel. Saya minta kalimat tersebut jangan dipelintir. Ini bentuk penghargaan saya terhadap teman-teman dan warga di IPDN. Saya justru mengingatkan agar menjaga nama baik IPDN bersama-sama secara sinergis. Sekali lagi mohon jangan salah mengerti. Maksud saya sangat baik sebagai sesama muslim," tambahnya.

Senin, 13 Desember 2010

* Daftar Warga

DAFTAR WARGA RT.04 RW.08
KOMPLEK BUMI HARAPAN CIBIRU
DESA CIBIRU HILIR KEC. CILEUNYI KAB. BANDUNG




B L O K    A A  1 7
STATUS WARGA
NO
N A M A
ALAMAT
1

AA 17 No. 1
Kosong
2

AA 17 No. 2
Kosong
3
Triwarnoto
AA 17 No. 3
Tetap
4
Darusman
AA 17 No. 4
Tetap
5
Andarsono, SE
AA 17 No. 5
Tetap
6
Asep Sudarmanto
AA 17 No. 6
Musiman
7
Tjisnowati
AA 17 No. 7
Tetap
8
Mujiono
AA 17 No. 8
Tetap
9
Aep Hapinda
AA 17 No. 9
Tetap
10
Drs. Dahlan Yamsehu
AA 17 No. 10
Tetap
11
Ir. Gundari
AA 17 No. 11
Tetap
12
Dadang Sudrajat
AA 17 No. 12
Musiman
13
Eddy Purwanto
AA 17 No. 13
Tetap
14
H. Muhamad Ruscanda
AA 17 No. 14
Tetap
15

AA 17 No. 15
Kosong
16
Asep Dadang
AA 17 No. 16
Tetap
17
Budi Harto
AA 17 No. 17
Tetap
18
E. Suhendi, SPd
AA 17 No. 18
Tetap
19
Warsim
AA 17 No. 19
Tetap
20
R. Yogie Ubaya Sakti, SE
AA 17 No. 20
Tetap
AA 17 No. 21
21
Devi Irawansyah
AA 17 No. 22
Musiman
22
Ismail Sofwan
AA 17 No. 23
Tetap




B L O K    A A  1 6
STATUS WARGA
23
Arie Achmad Sulaeman
AA 16 No. 23
Sementara
24
S. Widiatmoyo
AA 16 No. 24
Tetap
25
Didin Saripudin, SH
AA 16 No. 25
Tetap
26
Moch. Syarifudin
AA 16 No. 26
Tetap
27

AA 16 No. 27
Kosong
28
Anwaryana
AA 16 No. 28
Tetap
29
Edi Rihmanto
AA 16 No. 29
Tetap
30
Ki Agus Iryawan F.
AA 16 No. 30
Tetap
31
Koswara
AA 16 No. 31
Tetap
32
Yaya Supriyatna, Amd
AA 16 No. 32
Tetap
33
Bilson Simbolon
AA 16 No. 33
Musiman
34

AA 16 No. 34
Kosong
35
Narjo Johan
AA 16 No. 35
Tetap
36
Lukman soleh, SPd
AA 16 No. 36
Tetap
AA 16 No. 37
37
Syahfandi Ahda
AA 16 No. 38
Tetap
AA 16 No. 39
38
Gema Bratayuda
AA 16 No. 40
Musiman
39

AA 16 No. 41
Kosong
40
Yudhi Haryono
AA 16 No. 42
Tetap
41

AA 16 No. 43
Kosong
42
Yadi Supriyadi
AA 16 No. 44
Musiman




B L O K    A A  2 1
STATUS WARGA
43
M.N. Firmansyah
AA 21 No. 1
Tetap
44
Raskiman Kusdjali
AA 21 No. 2
Musiman
45
Totok Supriadi
AA 21 No. 3
Musiman
46
H. Asep Abdullah
AA 21 No. 4
Tetap
47

AA 21 No. 5
Musiman
48
Tiktik Siti Mubarokah
AA 21 No. 6
Tetap
49
Eman
AA 21 No. 7
Musiman
50

AA 21 No. 8
Sementara
51
Heri Sunandar, SE
AA 21 No. 9
Tetap
52
Nocke Sritiani
AA 21 No. 10
Tetap
53
Bujang Madiantara
AA 21 No. 11
Tetap
54
Dudung B. Juha
AA 21 No. 12
Tetap